Salah satu tujuan buku ini, yang amat penting ialah: sebagai pertanggungjawabanku kepada seluruh keluarga, kepada teman-teman seperjuangan dan kepada masyarakat pada umumnya, tentang apa apa yag pernah aku kerjakan dan aku perjuangkan. Tentulah, ada yang positif dan ada pula yang negatif, ada yang berhasil, karenanya wajib disyukuri, dan ada yang belum/tidak berhasil yan meminta intropeksi dan …
Buku ini berisi kisah kehidupan Darwin dari kontribusinya terhadap biologi secara Brilian dan lugas. Buku ini melacak pemikiran para ilmuwan sebelum Darwin yang atas dasar gagasan merekalah Darwin melakukan modifikasi yang dibutuhkan oleh teorinya yang revolusioner.
Buku ini merupakan buku referensi paling sempurna tentang 100 seniman yang paling berpengaruh di dunia. Di uraikan dengan jernih, bahasa sederhana, namun penuh akurasi, menjadikan buku ini berkualitas dibanding buku sejenis yang pernah ada. Buku ini akan membuka wawasan baru dan cakrawala pengetahuan bagi anda, penting dan bermanfaat untuk mengetahui secara rinci sejarah Peradaban Manusia.
Buku ini menjelaskan tentang riwayat gedung Joang Menteng 31 dalam kaitannya dengan peranan Angkatan 45 pada masa kelahirannya. Tulisan2 sejenis ini bukanlah sekedar kerinduan kepada masa lampau yang jaya, bukan suatu nostalgi romantik.
Materi yang dibahas dalam buku ini : Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Sistem kepaksian dan paksi pak sekala brak Bab 3 Analisis temuan lapangan Bab 4 Historiografi kerajaan paksi pak sekala brak Bab 5 Penutup
Buku ini menyajikan sosok seorang ilmuwan yang namanya identik dengan kejeniusan. Diawali dari Babylonia, tempat asal muasalnya matematika, buku ini kemudian memaparkan revolusi komunikasi dan teknologi listrik yang menjadi awal pergulatan panjang Einstein dalam merumuskan teori relativitasnya.
Buku 48 peraih nobel kesusastraan memuat data dan informasi secara komplit, aktual, dan akurat dalam dunia sains dan teknologi bagi kesusastraan dimuka bumi ini.
Buku ini adalah sebuah sejarah tentang seorang pemikir besar Bugis di Kerajaan Bone yang bernama Kajao La Liddong, masa pemerintahan Raja Bone ke VI Laulyo Botee dan Raja Bone ke VII La Tenri Rawe Bongkange.