Potret Pergerakan Wanita di Indonesia
Poin-Poin Penting dalam Buku:
Periodisasi Historis: Pembahasan disusun secara runtut, dimulai dari berdirinya Putri Mardika pada tahun 1912 hingga perkembangan organisasi di tahun 1975.
Akar Emansipasi: Penulis menyoroti bahwa kesadaran akan pentingnya pendidikan merupakan motor utama bagi pelopor pergerakan (seperti di lingkungan Keraton Pakualaman dan oleh Kartini) untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam kemajuan masyarakat.
Perjuangan Hak Sipil: Mendokumentasikan upaya organisasi perempuan dalam memperjuangkan hak-hak di bidang perkawinan, melawan poligami, dan mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Koneksi Nasionalisme: Menunjukkan bagaimana tumbuhnya organisasi wanita sejalan dengan perkembangan gerakan kebangsaan Indonesia pada awal abad ke-20.
Tidak tersedia versi lain