Psikologi Islam; Kitab Psikologi Filosofis Pra Psikologi Barat
Berikut adalah abstrak atau inti sari pemikiran Ibnu Sina dalam buku tersebut:
Definisi dan Hakikat Jiwa: Ibnu Sina mendefinisikan jiwa (An-Nafs) sebagai kesempurnaan awal bagi raga. Ia menegaskan bahwa jiwa adalah substansi spiritual yang berdiri sendiri, terpisah dari tubuh, namun berfungsi menggerakkan raga.
Hierarki Jiwa: Ia membagi jiwa ke dalam tiga tingkatan:
Jiwa Tumbuh-tumbuhan (Vegetatif): Berfungsi untuk makan, tumbuh, dan berkembang biak.
Jiwa Binatang (Sensitif): Memiliki kemampuan berpindah tempat dan persepsi (panca indra luar dan dalam).
Jiwa Manusia (Rasional): Tingkatan tertinggi yang memiliki kekuatan berpikir (Al-Aql) untuk menangkap konsep abstrak dan universal.
Indra Internal (Al-Hawas al-Bathinah): Salah satu kontribusi paling jenius Ibnu Sina adalah pemetaannya tentang lima indra dalam manusia, yaitu: Sensus Communis (indra bersama), Imajinasi, Estimasi (Wahm), Memori, dan Rekolaksi.
Eksperimen Pikiran "Manusia Melayang": Ibnu Sina mengajukan argumen filosofis bahwa jika seseorang diciptakan melayang di udara tanpa rangsangan indrawi sedikit pun, ia tetap akan sadar akan eksistensi dirinya. Ini membuktikan bahwa kesadaran (jiwa) berbeda dari materi (tubuh).
Kesehatan Mental dan Fisik: Buku ini juga menyentuh aspek psikosomatik, yaitu bagaimana kondisi jiwa (emosi, stres, kebahagiaan) secara langsung memengaruhi kesehatan raga, sebuah konsep yang ribuan tahun kemudian menjadi inti psikologi kesehatan.
Tidak tersedia versi lain